LOGO
  • Doa tanpa usaha dan perbuatan adalah sia-sia. Jadilah diri yang bijak.. Agus Khakim
  • Syukurilah kesulitan. Karena terkadang kesulitan mengantara kita pada hasil yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan.. Agus Khakim
  • Tersenyumlah dalam situasi apapun, tanpa disadari senyum itu yang akan menguatkanmu.. Agus Khakim
  • Karena sesungguhnya kebahagiaan bukanlah hasil, dia merupakan hadiah setelah berusaha.. Agus Khakim
  • Berusahalah untuk membuat hati kita selalu damai, agar selalu bisa membahagiakan diri kita sendiri dan orang disekitar kita.. Agus Khakim
  • Saat kau mampu memaafkan & tersenyum kepada orang yang menyakitimu, saat itulah kau memastikan bahwa dirimu lebih baik darinya.. Agus Khakim
  • Tidak masalah seberapa sering engkau jatuh, yang terpenting adalah seberapa cepat engkau bangkit.. Agus Khakim

HALAMAN

  • BADMINTON

    16 Januari 2015 SMA Futuhiyyah

    Riwayat singkat berdirinya Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)

    Pada jaman penjajahan dahulu, ada perkumpulan-perkumpulan bulutangkis di Indonesia yang bergerak sendiri-sendiri tanpa satu tujuan dan satu cita-cita perjuangan di alam negara merdeka, memang tidak bisa dibiarkan berlangsung terus.Harus diusahakan satu organisasi secara nasional, sebagai organisasi pemersatu.
     
    Untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi maka cara yang paling tepat adalah mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres. Pada saat itu memang agak sulit untuk berkomunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Satu-satunya yang bisa ditempuh adalah lingkungan pulau jawa saja. Itupun bisa ditempuh setelah terbentuknya PORI ( Persatuan Olah Raga Replubik Indonesia ).
     
    Usaha yang dilakukan oleh Sudirman Cs dengan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka untuk mendirikan PBSI membawakan hasil. Maka dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei 1951 di Bandung lahirlah PBSI ( Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I : Soedirman, Ketua II : Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I : Amir, Sekretaris II : E. Soemantri, Bendahara I : Rachim, Bendahara II : Liem Soei Liong.
     

    Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah / propinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda ( Pengurus Dareah ) sedangkan Pengcab ( Pengurus Cabang ) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya / kabupaten. Hingga akhir bulan Agustus 1977 ada 26 Pengda di seluruh Indonesia ( kecuali Propinsi TImor-Timur ) dan sebanyak 224 Pengcab, sedangkan jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan 2000 perkumpulan.

    Arti dari lambang PBSI, adalah sebagai berikut :
     
    1. Terdiri dari 5 warna yang mempunyai arti, antara lain :
        - Kuning : Simbul kejayaan
        - Hijau : Kesejahteraan dan kemakmuran
        - Hitam : Kesetiaan dan kekal
        - Merah : Keberanian
        - Putih : Kejujuran
    2. Gambar Kapas : Berjumlah 17 biji yaitu melambangkan angka keramat yaitu hari proklamasi.
    3. Gambar Shuttlecock : Dengan delapan bulu, melambangkan 8 atau bulan agustus.
    4. Huruf PBSI : terdiri dari 4 dihubungkan dengan gambar ½ lingkaran sebanyak 5 biji berwarna merah dibawah shuttlecock, melambangkan tahun 1945.
    5. Gambar Padi : sebanyak 51 butir yang melambangkan hari lahirnya PBSI yaitu tahun tanggal 5 Mei 1951.
    6. Gambar Perisai : Adalah simbul ketahanan, keuletan, rendah diri tapi ulet, kuat dan tekun.

HALAMAN LAINNYA