• SMA FUTUHIYYAH
  • Mewujudkan generasi muslim yang berakhlakul karimah, berprestasi, berbudaya ramah lingkungan, menjadi pelopor dalam pengembangan IPTEK serta berwawasan kebangsaan

Buku Bid'ah Membawa Berkah untuk Kepala SKK Migas

DEMAK, suaramerdeka.com - Budaya memberi hadiah buku atau kitab kepada tamu yang hadir di rumahnya, sudah dilakukan KHM Hanif Muslih Lc sejak lama. Tradisi seperti itu pula dilakukan para ulama di Timur Tengah seperti Almaghfurlah Sayyid Muhammad AlMaliki Alhasani, Sayyid Abbas AlMaliki AlHasani, Habib Zen bin Smith Madinah, Habib Umar bin Hafidz Yaman dan lain-lain.

''Kami hanya tabarukan melestarikan budaya keilmuan yang baik,'' kata Kiai Hanif, ketika menerima silaturahmi Kepala SKK Migas Jawa Bali Nusatenggara (Jabanusa) H Ali Masyhar, di rumahnya kompleks Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan Mranggen, Demak.

Didampingi Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif Lutfil Hakim Muslih, dia menghadiahi tamunya dua buku. Yaitu Bid'ah Membawa Berkah dan Tsamaratul Qulub (Buah Hati) berisi doa-doa dan amalan wirid para santri Futuhiyyah. Dua buku tersebut karya terbaru Abah Hanif. ''Ini sekaligus saya ijazahkan untuk diamalkan,'' tuturnya.

Selain dua buku tersebut, putra Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah KH Muslih bin Abdurrahman tersebut telah menerbitkan puluhan buku tentang amaliah ahlussunnah waljamaah.

Ali Masyhar yang juga alumni Futuhiyyah, didampingi Manager Stakeholder Relations Petronas Carigali Ketapang II Ltd Juli Wardhana, Engineering & Planning Assistant Manager PT Pertamina EP Asset Maghfirah Rajab dan Amni Nadya Humas SKK Migas.

Kepala SKK Migas Jabanusa, H Ali Masyhar (empat dari kanan) foto bersama dengan KHM Hanif Muslih Lc dan Ketua Yayasan Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak, KH Said Lafif Lutfil Hakim, usai menyampaikan kuliah Edukasi Hulu Migas di hadapan murid SMK, SMA dan Madrasah Aliyah. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

Kuliah Umum

Sebelumnya,di tempat yang sama Kepala SKK Migas Jabanusa Ali Masyhar menyampaikan kuliah umum Edukasi Hulu Migas di hadapan murid SMK, SMA dan Madrasah Aliyah Futuhiyyah. Belasan pertanyaan disampaikan para santri, kebanyakan menanyakan bagaimana langkah-langkah SKK Migas mengatasi krisis energi Indonesia di masa depan.

''Energi cadangan minyak Indonesia sudah lampu kuning. Mengapa? Karena produksinya lebih kecil dibanding konsumsinya. Karena itu harus terus dilakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan ladang minyak baru,'' tegasnya.

SKK Migas, papar Ali Masyhar sebagai wakil pemerintah bertugas mengawasi para operator di lapangan seeperti Pertamina, Petronas, Exxonmobile dan lain-lain.

''Kami terus mengundang para investor dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di bidang energi ini. Tetapi harus diakui perusahaan dalam negeri banyak yang tidak berani berinvestasi karena biaya tinggi dan resiko tinggi,'' katanya.

Dia meminta doa para santri agar segera ditemukan cadangan sumber energi di seluruh bumi nusantara.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Siswa siswi SMA Futuhiyyah mengikuti dengan hikmad dan tratur,,,,   Tanggal 12 Rabi’ul Awal telah menjadi salah satu hari istimewa bagi sebag

28/11/2019 16:48 WIB - SMA FUTUHIYYAH
Dosen Undip Beri Motivasi Siswa Kelas XII SMA Futuhiyyah Mranggen Demk Supaya Lanjut Kuliah

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Forum Komunikasi Mahasiswa Alumni Futuhiyyah (FOKMAF) Semarang menggelar Sosialisasi Kampus dan Se

28/11/2019 16:12 WIB - SMA FUTUHIYYAH